Terapi Pengobatan Alternatif Diabetes : Definisi Diabetes

Anda Mencari Pengobatan Terapi Alternati Alama tanpa Operasi Diabetes Mellitus atau Kencing Manis untuk keluarga Suami Istri atau anda sendiri? Silakan hubungi Rumah Terapi Indonesia, Tempat Pengobatan Terapi Alternatif Alami Diabetes Mellitus dengan Berbagai Jenis Terapi yang disesuaikan untuk kasus anda seperti Terapi Bekam untuk Diabetes, Terapi Lintah Untuk Diabetes, Terapi Alternatif Herbal berbasi Mikro (Micro) untuk diabetes atau Terapi Gurah khusus untuk diabetes. Silakan Hubungi Rumah Terapi Indonesia (yang merupakan salah satu Support System Pondok Bekam Indonesia). 

Silakan Hubungi :

Andi Abu IESQI Bekam dan Ayu Umi IESQI beralamat di
Perumahan Taman Sejahtera Blok C-15
Jl, Karang Klumprik Utara, RT 01/ RW 07
Kel. Balasklumprik, Kec. Wiyung
Surabaya, Jawa-Timur
Indonesia 60222

(Masuk Lewat Perumahn Pondok Maritim Indah)

Ust Andi Bekam
Telp. 0857-4873-5828  WA (Indost)
0851-0692-1110, 0821-3252-4499 (T-Sel) 

Definisi/ Pengertian Diabetes atau Kencing Manis
   
Diabetes (diabetes melitus) atau orang awam menyebutnya Kencing Manis adalah penyakit jangka panjang atau kronis yang ditandai dengan kadar gula (dalam) darah (glukosa) yang jauh di atas batas normal. Glukosa sangat penting bagi kesehatan kita karena merupakan sumber energi utama bagi otak maupun sel-sel yang membentuk otot serta jaringan pada tubuh kita.

Indonesia sendiri termasuk dalam 10 negara terbesar penderita diabetes di dunia. Pada tahun 2013, penderita diabetes di Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 8,5 juta orang dengan rentang usia 20-79 tahun (dikutip dari Federasi Diabetes Internasional). Tetapi tidak banyak disadari bahkan hanya kurang dari 50% dari mereka yang menyadarinya.

Apa Saja Yang Merupakan Gejala Diabetes?

Sungguh Sangat penting bagi kita untuk mengetahui gejala atau tanda awal diabetes. Baik bagi yang berisiko tinggi maupun bagi mereka yang merasa sehat dan tidak memiliki riwayat atau potensi mengidap diabetes. Untuk diabetes tipe 1 dapat berkembang dengan cepat dalam beberapa minggu, bahkan beberapa hari saja. 

Sedangkan banyak penderita diabetes tipe 2 yang tidak menyadari bahwa mereka telah mengidap diabetes selama bertahun-tahun karena gejalanya cenderung tidak spesifik. Beberapa gejala diabetes tipe 1 dan tipe 2 meliputi:


  • Rasa lapar yang ekstrem.
  • Sering merasa haus.
  • Pandangan yang kabur.
  • Sering buang air kecil, terutama di malam hari.
  • Turunnya berat badan tanpa sebab yang jelas.
  • Berkurangnya massa otot.
  • Terdapat keton dalam air seni. Keton adalah produk sampingan dari metabolisme otot dan 
  • Sering mengalami infeksi, misalnya pada gusi, kulit, vagina, atau saluran kemih.
  • lemak yang terjadi ketika produksi insulin tidak cukup.
  • Kelelahan.
  • Luka yang lama sembuh.

Apabila Anda mengalami gejala-gejala tersebut, segera periksakan diri Anda ke Terapis yang anda yakini mengerti tentang penyakit ini atau ke dokter. Pendeteksian sedini mungkin memungkinkan kita untuk mencegah bertambah parahnya kondisi diabetes kita.

Apa Pengaruh Hormon Insulin dan Diabetes

Seluruh sel dalam tubuh manusia membutuhkan glukosa agar dapat bekerja dengan normal. Kadar zat gula dalam darah dikendalikan oleh hormon insulin yang diproduksi oleh pankreas, yaitu organ yang terletak di sekitar Lambung dan Limpa. Tetapi organ pankreas milik penderita diabetes tidak mampu memproduksi hormon insulin sesuai kebutuhan tubuh. Padahal tanpa insulin, sel-sel tubuh tidak dapat menyerap dan mengolah glukosa menjadi energi.

Kalisifikasi Tipe Diabetes Mellitus (Kencing Manis)

Sekilas Tentang Diabetes Tipe 1

Penderita diabetes tipe 1 sangat bergantung kepada insulin karena sistem kekebalan tubuh penderita akan menyerang dan menghancurkan sel-sel pankreas yang memproduksi insulin. 

Hal ini memicu peningkatan kadar glukosa sehingga terjadi kerusakan pada organ-organ tubuh. Hingga saat ini, penyebab di balik diabetes tipe 1 belum diketahui secara pasti. Penderita jenis diabetes ini umumnya berusia di bawah 40 tahun, biasanya muncul pada masa remaja atau anak-anak. Karena itu, diabetes tipe 1 juga disebut sebagai diabetes anak-anak. Diabetes tipe 1 lebih jarang terjadi dibandingkan dengan diabetes tipe 2. Di antara 10 orang penderita diabetes, diperkirakan hanya sekitar 1 orang yang mengidap tipe 1.

Selain harus menerima suntikan insulin setiap hari, penderita diabetes tipe 1 juga disarankan untuk menjaga kadar glukosa dalam darah agar tetap seimbang. Misalnya dengan menerapkan pola makan sehat dan menjalani tes darah secara rutin.

Sekilas Tentang Diabetes Tipe 2

Diabetes tipe 2 merupakan jenis diabetes yang lebih umum terjadi. Sekitar 90 persen penderita diabetes di dunia mengidap diabetes tipe ini. Diabetes jenis ini disebabkan oleh kurangnya produksi insulin dalam tubuh atau sel-sel tubuh yang menjadi kurang sensitif terhadap insulin. 

Kekurangpekaan sel-sel tubuh ini dikenal dengan istilah resistensi terhadap insulin. Gejala pada penderita diabetes tipe ini biasanya dapat dikendalikan dengan pola makan sehat dan memantau kadar glukosa dalam darah. Tetapi, tetaplah waspada karena penyakit ini akan terus berkembang dalam tubuh dan lambat laun Anda akan membutuhkan langkah pengobatan. Diabetes tipe 2 sering dihubungkan dengan obesitas. Memang tidak semua orang yang mengidap obesitas akan otomatis menderita diabetes tipe 2. 

Tetapi, makin tinggi indeks massa tubuh seseorang, maka risiko diabetes tipe ini juga meningkat. Diabetes akibat obesitas umumnya menyerang para manula.

Risiko Diabetes Pada Masa Kehamilan

Diabetes juga kerap menyerang para ibu hamil. Terdapat sebagian wanita yang memiliki kadar glukosa dalam darah yang sangat tinggi selama masa kehamilan, sehingga tubuh mereka tidak dapat memproduksi cukup insulin untuk menyerapnya. 

Diabetes yang dikenal sebagai diabetes kehamilan ini dapat terjadi pada sekitar 15 hingga 18 orang di antara 100 wanita yang hamil. Penderita diabetes tipe 1 yang hamil juga akan memiliki risiko tinggi karena dapat berdampak pada ibu serta janin. Sangatlah penting bagi penderita diabetes yang sedang hamil untuk menjaga keseimbangan kadar gula darahnya.

Ibu yang sedang hamil sebaiknya lebih cermat memantau kadar gula darah pada trimester kedua (minggu 14-26). Pada masa itulah diabetes kehamilan umumnya berkembang dan kemudian hilang setelah melahirkan. Meski demikian, risiko diabetes tipe 2 pada wanita yang pernah mengalami diabetes kehamilan adalah sekitar tiga kali lebih tinggi dibandingkan populasi pada umumnya.

Apakah Anda Masih Mencari-cari  Pengobatan Terapi Alternati Alama tanpa Operasi Diabetes Mellitus atau Kencing Manis untuk keluarga Suami Istri atau anda sendiri? Silakan hubungi Rumah Terapi Indonesia, Tempat Pengobatan Terapi Alternatif Alami Diabetes Mellitus dengan Berbagai Jenis Terapi yang disesuaikan untuk kasus anda seperti Terapi Bekam untuk Diabetes, Terapi Lintah Untuk Diabetes, Terapi Alternatif Herbal berbasi Mikro (Micro) untuk diabetes atau Terapi Gurah khusus untuk diabetes. Silakan Hubungi Rumah Terapi Indonesia (yang merupakan salah satu Support System Pondok Bekam Indonesia). 

Silakan Hubungi :

Andi Abu IESQI Bekam dan Ayu Umi IESQI beralamat di
Perumahan Taman Sejahtera Blok C-15
Jl, Karang Klumprik Utara, RT 01/ RW 07
Kel. Balasklumprik, Kec. Wiyung
Surabaya, Jawa-Timur
Indonesia 60222

(Masuk Lewat Perumahn Pondok Maritim Indah)

Komentar